Badai Covid-19, Percepat Digitalisasi bisnis Konveksi dan Sablon

Wilayah digital adalah teritorial sensitive bagi pelaku usaha Konveksi dan sablon namun dapat menghindar dari predator pricing.

Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UKM) di Indonesia mengalami dampak yang sangat berat karena pandemi COVID-19. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), setidaknya lebih dari 90% usaha di Indonesia adalah berasal dari UKM dengan daya serap tenaga kerja mencapai 117 juta orang. Sebab itu, tak heran sektor ini merupakan tulang punggung perekonomian Tanah Air.

Pun begitu dengan nasib usaha rumahan Konveksi dan sablon yang cukup terkena imbas dari kebijakan PPKM yang masih berjalan sampai saat ini. Meski begitu, masih ada celah para pelaku usaha Konveksi dan sablon ini dapat melakukan pertahanan internalnya. Yaitu dengan cara mendorong kearah digitalisasi. Yups, meski sulit tapi perlahan pelbagai pelaku usaha harus mampu sampai titik ini.

Benar, digitalisasi menjadi pilihan buruk untuk para pelaku usaha Konveksi dan sablon karena sejatinya usaha ini terlahir dari sistem transaksi konvensional sedari dulu. Namun, dari sisi strategi marketing proses menuju digitalisasi ini juga dapat mencipta “customer cerdas” dan secara perlahan dapat juga untuk menjauh dari “predator pricing”

 Tak hanya itu, dari proses digitalisasi, pelaku usaha Konveksi dan sablon juga kerap akan semakin jeli dalam meningkatkan  brand awareness. Karena dalam proses tersebut  akan selalu mempertimbangkan kolaborasi  dengan influencer atau mitra usaha lainnya yang masih berhubungan dengan produk atau jasa usahanya.

Seperti yang dijelaskan oleh Country Manager Zilingo Indonesia Patrick Vaz dalam media online Marketeers.com, bahwa digitalisasi menjadi senjata investaso pemasaran yang paling efektif dalam mengembangkan bisnis dan mendorong keinginan pelanggan untuk mengetahui penawaran produk yang ditawarkan. Lima diantara proses digital marketing yang tengah menjadi hits di Indonesia ditengan pandemi Covid-19 saat ini yaitu :

Pertama, posisi Nol pada Hasil Pencarian Google. Posisi nol adalah hasil pencarian yang muncul pada urutan teratas di daftar search engine optimization (SEO). Biasanya posisi nol ini hadir untuk memberikan jawaban langsung dari pencari. Dari sini mak awareness brand produk atau jasa bisnis Konveksi dan sablon akan lebih luas target marketnya.

Kedua, Livestream. Konsep marketing ini juga menjadi peralihan peralihan kegiatan belanja ke dunia digital, penjualan via livestream atau siaran langsung merupakan cara utama untuk menciptakan pengalaman yang lebih menghibur dan interaktif yang menarik minat konsumen. Livestream juga memungkinkan pelaku bisnis untuk saling terhubung dan mempromosikan platform yang dimiliki.

Ketiga, konten Interaktif. Konten menjadi salah satu pola penjualan yang dianggap dapat membangun emosional para customer terhadap produk atau jasa pada bisnis Konveksi dan sablon saat ini. Tak hanya itu, konten juga dapat menjadi ruang Analisa untuk meningkatkan kemajuan pada platformt atau situs yang kita miliki.

Keempat, Personalisasi. Dalam hal ini di era digital yang semakin aktif disetiap kehidupan masyarakat. Jelas personalisasi adalah alat yang ampuh bagi bisnis Konveksi dan sablon untuk dapat mengetahui apa yang ingin akan dibeli pelanggan bahkan sebelum mereka memikirkannya.

Kelima, era digitalisasi juga dapat menyesuaikan strategi komunikasi dan pengalaman pelanggan  terhadap awarenees bisnis Konveksi dan sablon, baik dari sisi produk atau jasa berdasarkan preferensi, minat, dan perilaku mereka.

Lalu, pertanyaan mendasarnya, siapkah pelaku usaha Konveksi dan sablon dalam menghadapi tantangan zaman saat ini? Ditengah gempuran produk impor dan pandemi covid-19.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Open chat
Butuh Bantuan?
Halo, ada yang bisa dibantu?